**Makassar**,- Kamu tau atau tidak kalau di browser terdapat ekstensi yang baik untuk media sosial di seluruh media sosial facebook, twitter atau instagram dengan berbasis add friend atau follow ? Nah, saya punya tips untuk cara cepat tambah teman untuk kepentingan pribadi atau perusahaan.
Caranya kalau ada browser yang menggunakan GOOGLE CHROME untuk media sosial atau internet, tidak perlu khawatir untuk cara cepat tambah teman atau follow. Cari ekstensi di browser CHROME dari GOOGLE.
Setelah dapat ekstensi di CHROME, bikin kata kunci pencarian TOOLS FOR FACEBOOK atau AUTO FOLLOW. Kamu akan dapat banyak info di sana.
Untuk lebih lanjutnya, kamu dapat cari di komputer kamu sendiri atau di warung internet terdekat. Langkah langkah untuk dapat itu semua :
1. Nyalakan komputer.
2. Koneksi internet.
3. Cari browser CHROME kalau belum ada di unduh dengan kata kunci GOOGLE CHROME.
4. Setelah itu cari ekstensi dengan kata kunci TOOLS FOR FACEBOOK atau AUTO FOLLOW untuk TWIITER.
5. Buka akun facebook atau twitter dan silahkan pelajari peralatan dari ekstensi tersebut !
Selamat menikmati !
-ArisHNEP-
Laman
Sabtu, 14 Oktober 2017
Selasa, 10 Oktober 2017
Ada Kabar SWA !
Kemajuan industri teknologi informasi telah mendorong PT Next INS Indonesia untuk menyediakan jasa teknologi informasi (TI) secara lengkap untuk dapat memberikan kontribusi positif pada standar jasa TI yang cenderung bergerak naik. Perusahaan baru ini berfokus pada jasa TI keuangan dan kini hadir di Indonesia untuk memberikan solusi yang lebih fleksibel dan aman untuk memenuhi kebutuhan akan infrastruktur TI di tengah-tengah prospek industri yg menjanjikan.
Industri perbankan di Indonesia membuat PT Next INS Indonesia secara resmi mengumumkan aktivitas bisnisnya untuk memberikan layanan TI di sektor tersebut. Perusahaan baru yang bergerak di bidang IT itu secara resmi hadir di Indonesia untuk memberikan solusi atas kebutuhan infrastruktur TI di tengah prospek industri yang cukup menjanjikan.
Sung Ho Park, Presiden Direktur Hana I&S Co. yang merupakan pemegang saham terbesar Next INS, mengatakan, “Keputusan untuk memamasuki industri TI Indonesia didasari oleh keyakinan kami terhadap potensi pasar yang dimiliki industri TI. Sebagai pemegang saham, Hana I&S memiliki komitmen kuat untuk mendukung Next INS Indonesia,” katanya setelah pengumuman peluncuran perusahaan di Jakarta.
Hana I&S adalah salah satu penyedia solusi TI asal Korea Selatan yang berfokus pada industri keuangan, dan merupakan bagian dari Hana Financial Group yang merupakan perusahaan holding keuangan terbesar di Korea Selatan.
Direktur PT Next INS Indonesia, Lee Byungyong, menyatakan, akan berupaya menyokong bisnis lokal dengan menggunakan teknologi fintech. “Selain itu, sejalan dengan konvergensi TI yang berkompromi dengan pengembangan fintech serta melalui kemitraan aktif, kami berencana untuk menjalankan bisnis kami dengan visi jangka menengah dan jangka panjang sebagai perusahaan platform gaya hidup yang menyediakan pengalaman-pengalaman dan jasa baru pada konsumen Indonesia,” kata Byungyong.
Next INS terutama berkeinginan untuk menyediakan solusi TI berstandarisasi Internasional untuk industri keuangan, yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis dengan efisiensi tinggi, yang mencakup teknologi biometric yang aman. Namun Next INS bertujuan untuk melebarkan cakupan bisnis ke sektor selain sektor keuangan, seperti jasa cloud global dan bisnis living platform di dalam waktu dekat.
Baca Teknologi Informasi Telkomsigma !
Pelaku bisnis saat ini makin menyadari dilakukannya transformasi (TI) Teknologi Informasi demi mendorong skala bisnis mereka lebih besar lagi. Implikasi dari langkah ini salah satunya dengan peningkatan kebutuhan akan layanan data center. Pemain besar di layanan ini adalah Telkomsigma. Anak usaha Grup Telkom ini memiliki pengalaman menangani data selama 30 tahun.
Maka tak heran sertifikasi Tier III & Tier IV Design telah digenggam Telkomsigma saat ini, bahkan dua sertfikasi Tier III Facility pertama di Indonesia dimiliki perusahaan ini. Selain itu, Data Center Telkomsigma memiliki layanan Always On yang didukung 3 data center-nya di Serpong, Sentul dan Surabaya. Tidak heran saat ini lebih dari 500 klien dari berbagai sektor industri mempercayakan layanan ini pada Telkomsigma.
Beberapa waktu yang lalu, Telkomsigma hadir pada event berskala internasional Data Center Dynamics Converged 2017 di Jakarta, dan hadir sebagai pembicara, Direktur Business Data Center & Managed Services Telkomsigma, Andrew Th.A.F yang mengangkat topik mengenai Data Center & Manage Services serta memperkenalkan berbagai solusi yang inovatif untuk berbagai industri, terutama yang mendukung perusahaan untuk memaksimalkan pemanfaatan solusi IT dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya. Telkomsigma juga menawarkan model investasi IT yang efisien tanpa harus mahal.
Salah satu solusi yang akan diluncurkan pada Mei yang akan datang yaitu StarCloud yang menganut konsep self-service, dipasarkan melalui platform e-commerce berbasis web, dimana perusahaan SME dapat memilih sendiri layanan IT Development, Hosting, Backup Services dan layanan lainnya berbasis cloud secara mandiri.
Andrew mengungkapkan, saat ini dari total klien yang ditangani sektor Banking & Financial Services masih mendominasi portolfolio bisnis mereka dengan porsi 54 persen, sedang sisanya dari berbagai industri termasuk instansi pemerintah. "Kami berkomitmen dengan service culture yang kami bangun untuk selalu berinovasi untuk tumbuh bersama klien dan partner kami” ujar Andrew.
Ia menekankan salah satu komitmen Telkomsigma adalah menyediakan kapasitas data center sebesar 200 ribu m2 yang tersebar di seluruh Indonesia dengan spesifikasi teknis Tier II sampai dengan tier IV. "Target kami adalah menjadikan Telkomsigma diperhitungkan di tingkat global, mewujudkan visi sebagai To be a HOME of IT Leader in Indonesia," ujarnya.
Kehadiran salah satu direksi Telkomsigma sebagai pembicara pada konferensi Data Center Dynamics Converged 2017, diharapkan dapat memberikan masukan dan dukungan untuk mampu menghadapi tantangan dengan cara memfasilitasi para pelaku industri untuk dapat menggunakan solusi ICT, khususnya layanan data center yang andal Telkomsigma.
“Kami siap untuk terus melakukan improvement & development juga collaboration dengan strategic partners untuk menjaga kepercayaan dan memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh klien kami dan bagi industri di Indoneasia,” tegas Andrew.
Perbedaan Teknologi Informasi & Teknologi Komunikasi, Simak !
Dalam konteks TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) atau ICT(Information and Communication Technology) Teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan.
Tetapi jika kedua jenis teknologi tersebut definisinya dipisah, maka dapat didefinisikan bahwa teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainnya.
Secara sederhana, teknologi informasi adalah segala sesuatu tentang bagaimana komputer bekerja dan apa yang dapat dilakukan oleh komputer, sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu tentang pemberian fasilitas untuk komunikasi antara orang dengan orang, atau orang dengan mesin/komputer, atau mesin dengan mesin.
Teknologi komunikasi tidak hanya mencakup komputer saja, tetapi juga termasuk telepon, radio, fax dan peralatan lainnya.
Teknologi informasi dibentuk dari komponen teknologi komputer dan muatan informasi. Pada awal ditemukannya komputer atau awal digunakannya komputer, istilah Teknologi Informasi belum dikenal, yang dikenal adalah teknologi komputer, EDP (electronic data processing) atau teknologi pengolahan data elektronik.
Baru sekitar awal tahun 80-an, sebutan untuk unit kerja yang melakukan pengolahan data elektronik berubah dari EDP menjadi unit kerja Teknologi Informasi, kadang ada juga yang salah penulisannya, yaitu unit kerja Teknologi & Informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah identik dengan teknologi telekomunikasi yang menjadi inti proses penyebaran informasi.
Uraian tersebut di atas adalah perbedaan definisi antara teknologi informasi dan teknologi komunikasi, jika memang diinginkan adanya pemisahan definisi dari kedua istilah tersebut. Tetapi kenyataannya dalam konteks TIK kedua istilah tersebut tidak dapat dipisahkan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan teknologi yang dibangun dengan basis utama teknologi komputer. Perkembangan teknologi komputer yang terus berlanjut membawa implikasi utama teknologi ini pada proses pengolahan data yang berujung pada informasi.
Hasil keluaran dari teknologi komputer yang merupakan komponen yang lebih berguna dari sekedar tumpukan data, membuat teknologi komputer dan teknologi pendukung proses operasinya mendapat julukan baru, yaituteknologi informasi dan komunikasi.
Teknologi informasi dan komunikasi disusun oleh tiga matra utama teknologi yaitu:
- Teknologi komputer, yang menjadi pendorong utama perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
- Teknologi telekomunikasi, yang menjadi inti proses penyebaran informasi.
- Muatan informasi atau content informasi, yang menjadi faktor pendorong utama implementasi teknologi informasi dan komunikasi.
Kenyataan sejarah dunia mencatat masing – masing dari ketiga matra penyusun teknologi informasi dan komunikasi di atas, pada awalnya berkembang saling terpisah. Teknologi komputer berkembang dalam lingkup matematika dan cenderung lebih teoritis.
Teknologi telekomunikasi berkembang luas dalam dunia bisnis dan ekonomi menjadi pilar pendukung teknologi transportasi dalam revolusi industri. Sedangkan ilmu informasi muncul pada awal perang dunia II.
Kemenangan dan kekalahan sebuah pasukan di medan perang dunia II ditentukan oleh akurasi informasi. Setelah itu, konsep ilmu informasi berkembang pesat.
Sehingga 3 (tiga) matra penyusun teknologi informasi dan komunikasi tersebut mulai berkembang secara konvergen mengikuti konsep ilmu informasi yang semakin matang.
Perpaduan ketiga matra tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
Silakan kunjungi IT Governance Online untuk melihat dan menyimak pembahasan yang lebih lengkap terkait Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kampus Universitas STIKUBANK Semarang
| Setiap sektor kehidupan tidak terbebas dari ketergantungan terhadap teknologi informasi yang memerlukan otomatisasi diberbagai bidang, dengan kebutuhan perangkat lunak menjadi sangat penting. Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang mengoptimalkan pemberdayaan dan penguasaan Teknologi Informasi/Komputer. Untuk mencapai tujuan ini, maka Fakultas Teknologi Informasi memberikan berbagai macam bahasa pemrograman, rekayasa perangkat lunak, dan e-business. Pada umumnya mahasiswa yang berminat memilih fakultas ini adalah para mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. |
VISI
Pada tahun 2020 menjadi Fakultas Teknologi Informasi yang undan ggul, inovatif, adaptif dalam penerapan ilmu komputer dan informatika, berjiwa kewirausahaan dan berdaya saing global.
MISI
Pada tahun 2020 menjadi Fakultas Teknologi Informasi yang undan ggul, inovatif, adaptif dalam penerapan ilmu komputer dan informatika, berjiwa kewirausahaan dan berdaya saing global.
MISI
- Mengembangkan organisasi Fakultas Teknologi Informasi yang transparan dan akuntabel berbasis TIK untuk mendukung Good University Governance (GUG).
- Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesional untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif berdaya saing global, memiliki semangat terus berkembang, bermoral dan berjiwa kewirausahaan.
- Mengembangkan penelitian di bidang komputer dan informatika yang terpadu, produktif dan terukur dalam rangka menunjang pengabdian kepada masyarakat.
- Menyelenggarakan kemitraan dengan dunia usaha dan menjaga hubungan dengan alumni.
PROGRAM STUDI
- S1- Sistem Informasi terakreditasi "B"
- S1 - Teknik Informatika terakreditasi "B"
- D3 - Manajemen Informatika terakreditasi "B"
FASILITAS
- Laboratorium Komputer, Laboratorium Jaringan, Laboratorium Multimedia, Laboratorium Rekayasa Perangkat Lunak.
- Sertifikasi Bertaraf Internasional : Cisco (Jaringan Komputer), Foresec(Keamanan Jaringan), Oracle (Database).
- Akses WiFi 24 Jam
- Ruang Kuliah Ber-AC dilengkapi LCD Proyektor
- Dosen berkompeten di bidangnya
Era Teknologi Informasi
Ketika 45 tahun lalu Alfin Toffler menerbitkan karyanya, Future Shock(1970), banyak orang tersentak dan tersadarkan: bahwa kita sebenarnya sedang menjalani perubahan besar, perubahan yang ditarik oleh lokomotif kemajuan high technology.
Faktanya saat ini kita sedang menjalani perubahan itu bersama gelombang revolusi ketiga umat manusia, yaitu terciptanya masyarakat informasi. Setiap gelombang peradaban manusia akan menghapus tren gelombang sebelumnya. Contohnya revolusi industri yang berlangsung 300-an tahun yang menghapus era ribuan tahun masyarakat agraris, demikian pula tren industrialisasi akan digantikan era masyarakat informasi. Setiap gelombang peradaban akan berpengaruh besar pada struktur maupun tatanan masyarakat, termasuk tatanan politik.
Semakin global
Hari ini kita menyaksikan dunia semakin mengglobal, bahkan dunia dan informasi di dalamnya dapat kita akses melalui gadget di tangan kita. Teknologi juga telah menyeimbangkan informasi antarkomunal dalam masyarakat.
Era sebelumnya dikenal dengan asymmetric information karena info hanya bisa diakses kalangan tertentu. Namun, di era borderless mediadengan teknologi seperti sekarang, semua info dapat dengan mudah tersebar. Semua orang bisa mengakses informasi, dan media informasi (termasuk media sosial) saat ini berperan penting sebagai to lead public perception.
Demikian pula dengan apa yang kita lihat pada fenomena kepemimpinan politik global, sebagian menemukan penjelasannya juga pada kemampuan mereka mengapitalisasi keterbukaan informasi demi mendukung posisi politik mereka. Kemudian, tesis ini diperkuat ketika variabel yang lain hadir melengkapinya, yaitu kebangkitan kelas menengah, kelas yang dikenal sebagai motor perubahan.
Saya menduga peristiwa kemenangan Donald Trump, Rodrigo Duterte, dicalonkannya Francois Fillon sebagai presiden Perancis dari kubu konservatif Partai Republik, serta keluarnya Inggris dari Uni Eropa adalah tanda-tanda keinginan masyarakat untuk keluar dari kemapanan demi suatu perubahan. Mungkin bagi banyak orang ini adalah anomali, siapa yang menduga Trump yang kata-katanya rasis dan menimbulkan banyak kontroversi serta Duterte yang juga sepola bisa menang? Bahkan, pengamat politik pun salah memprediksi. Mengapa demikian?
Hal ini karena mulai berubahnya struktur sosial masyarakat di semua negara yang mendorong munculnya kelas menengah baru. Tahun 1970 dari penduduk Bumi sekitar 3,6 miliar orang, 30 persen kelas menengah dan 60 persen lainnya kelompok miskin. Saat ini jumlah penduduk Bumi 7,2 miliar orang, dengan jumlah kelas menengah meningkat mencapai 60 persen dan kelompok miskin turun jadi 30 persen. Karena itu, keterbukaan informasi dan kebangkitan kelas menengah penting untuk kita catat.Apa dampaknya terhadap politik dan pemerintahan?
Pertama, masyarakat akan lebih mudah dipengaruhi isu positioning. Kelas menengah ini kelompok rawan. Mereka otonom, mandiri, tidak bisa dikendalikan oleh penguasa, sangat kritis, bahkan memiliki kecenderungan sebagai leader gerakan massa. Fenomena gerakan sosial di banyak negara telah membuktikannya. Demikian juga kita di Indonesia dalam tiga kali gelombang perubahan (1945, 1966, dan 1998). Kelas menengah selalu merasa insecure sehingga sangat mudah diprovokasi, diarahkan, dan diajak melakukan gerakan sosial.
Lihat yang terjadi di Korea Selatan saat protes meminta presiden turun, gerakan perlawanan publik atas aksi makar yang dilakukan sekelompok tentara di Turki, atau di Malaysia walaupun belum masif. Saya kira tinggal menunggu momen saja gerakan bersih-bersih di Malaysia yang dikomandoi kelas menengah akan meledak. Itu semua terjadi sangat cepat karena diprovokasi melalui media sosial teknologi.
Kedua, runtuhnya basis ideologi. Kelas menengah tak memiliki bentuk ideologi communal base. Mereka hanya bersatu pada sebuah tren. Artinya trenlah yang mengeruk suara dan orang-orang yang leadingdalam dunia politik yang sebelumnya telah sangat berkembang di dunia bisnis adalah orang-orang yang bisa membuat tren.
Oleh karena itu, kekuatan kapital yang berada di belakang tren amat terasa dalam menentukan pendapat publik melalui media televisi, radio, surat kabar, dan bahkan perkembangan terbaru belakangan ini yang juga terasa bagi kita di Indonesia adalah media sosial. Media sosial melalui cyber army berpotensi mengarahkan pandangan publik, dan ini mengundang bahaya apabila masyarakat terlebih kelas menengahmenerima dan ikut hanyut dalam arus informasi tanpa menyeleksinya secara kritis.
Informasi "bias"
Ketiga,karena informasi bisa diakses semua orang dengan cepat, hal ini menciptakan sebuah "bias", yaitu sebuah informasi yang tidak terverifikasi, tetapi dipercaya masyarakat. Contohnya banyak, seperti bermunculannya akun-akun anonim atau yang memakai beragam nama dengan tujuan memengaruhi wacana publik. Namun, untuk tujuan yang konstruktif dari penyebaran informasi dengan "nilai luhur", hal ini sebuah kekuatan. Mengapa demikian? Sebab, kita bisa menjual produk apa pun di masyarakat sepanjang kita dapat meyakinkan masyarakat melalui media teknologi informasi.
Contohnya adalah kemenangan Trump. Siapa yang memprediksi kemenangan Trump seperti yang tadi saya katakan? Pengamat politik pun tidak menduga Trump akan menang dan Hillary Clinton—yang didukung Barack Obama—justru kalah. Rakyat AS terbelah pendapatnya atas calon presiden dari Partai Republik ini, tetapibisa menang? Itulah kekuatan pemanfaatan "bias". Trump dilihat sebagai sosok yang bisa menentang kemapanan Partai Demokrat selama masa dua kali masa pemerintahan Obama serta membawa angin perubahan atas merosotnya perekonomian AS, isu imigran dan terorisme, serta komitmennya untuk mengembalikan supremasi AS sebagai kekuatan ekonomi dan politik dunia. Figur Trump melalui kekuatan medianya di-"bias"-kan sebagai "Make American Great Again" yang dikontraskan dengan semboyan Hillary Clinton, "Stronger Together".
Hillary Clinton pun menerapkan bias ini saat menjadi Menteri Luar Negeri AS ketika ia menggunakan e-mail pribadi untuk urusan pemerintahan yang oleh UU Federal dilarang. Kenyataannya, hal ini tak terlihat atau terbukti sebagai korupsi kebijakan atau setidak-tidaknya skandal. Meski sudah dibuka oleh Direktur FBI James Comey, kasus ini tak sampai menyeret Hillary ke pengadilan. Mengapa?
Sebab, masyarakat bisa diyakinkan oleh ”bias” bahwa Clinton tak melakukannya walaupun sebagian lain juga terkena ”bias” dengan percaya skandal itu dan akhirnya meninggalkan Hillary di hari-hari terakhir pemilihan.
Hal-hal yang telah saya terangkan di atas terkait dengan menyatunya masyarakat dalam arus besar informasi dan kemampuan pemilik kapital mengarahkan wacana publik, termasuk di dalamnya kelas menengah, membuat kapitalisasi informasi demikian berharga sekarang.
Kapital ini penting dan kapital yang ditanamkan dalam berbagai sektor, termasuk sektor media, tak terbantahkan telah menjadi tren pembentuk opini masyarakat. Saya kira kita semua mafhum, banyak tokoh politik dunia juga tampil lewat dukungan resources kapital besar melalui pembentukan opini media.
Namun, satu hal yang harus kita garis bawahi adalah pembentukan opini masyarakat juga harus diterima secara kritis. Masyarakat harus pandai menyeleksi dan menilai sesuatu informasi tanpa harus dipengaruhi opininya oleh media. Masyarakat harus kritis, apalagi era keterbukaan informasi saat ini telah memberikan pembanding informasi yang cukup untuk membangun kemandirian opini masyarakat. Populisme politik harus selaras dengan sikap kritis dan keingintahuan menggali informasi yang lebih dalam guna menemukan kebenaran setiap informasi yang kita terima.
H Yuddy Chrisnandi, Guru Besar Pascasarjana Universitas Nasional Menpan dan RB 2014-2016
---
Cari Tau Dampaknya Teknologi Informasi
Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu jenis dari bentuk teknologi yang berkembang dengan sangat pesat. Melalui fitur andalannya yaitu internet, saat ini teknologi komunikasi dan informasi seperti merupakan salah satu jenis teknologi yang menduduki peringkat teratas, baik dari sisi positif, negatif, hingga penggunaannya.
Dampak PositifMemang sebagai sebuah teknologi yang berkembang pesat, pastilah teknologi informasi dan komunikasi memiliki beberapa kelebihan dan juga kelemahan. Ada yang disadari, dan ada juga yang mungkin tidak disadari, karena sudah menjadi bagian dari kepribadian individu tertentu. Berikut ini adalah dampak positif dan juga dampak negative yang bisa dirasakan di dalam kehidupan sehari-hari.
- Mempercepat arus informasi
Arus informasi saat ini menjadi sangat cepat, bahkan cenderung tidak terkontrol hingga saat ini. namun demikian, hal ini merupakan salah satu dampak positif, karena dapat memberikan informasi mengenai suatu kejadian secara cepat, meskipun terkadang tidak akurat dan tidak tepat.
Arus informasi dengan feedback yang merupakan karakteristik sistem informasimenjadi salah satu faktor perkembangan informasi dan komunikasi yang tampak. Sehingga memberikan manfaat tersendiri bagi setiap user. Terlebih terhadap internet,perkembangan jaringan komputer menjadi semakin pesat seiring penggunaan internet yang kian meningkat.
- Mempermudah akses terhadap informasi terbaru
Merupakan salah satu efek domino dari bertambah cepatnya arus informasi. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang sangat pesat, maka siapapun akan bisa memperoleh informasi dengan mudah. Akses terhadap informasi ini bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dan dari siapapun itu. Hal ini akan membantu individu dalam meningkatkan informasi dan pengetahuan yang dimilikinya, meski terkadang realibilitas dan validitas dari informasi tersebut dipertanyakan.
Hal ini menjadi penanda bahwa penggunaan internet untuk berkomunikasi menjadi salah satu pilihan yang sangat diminati. Karena dapat terhubung ke setiap orang dai belahan dunia manapun. Disinilah peranan manfaat jaringan komputer sebagai salah satu sumber penggunaan internet menjadi lebih optimal.
- Media sosial
Media sossial juga merupakan dampak positif lainnya dari perkembangan teknologi informasi dan kommunikasi. Media sosial dapat memberikan banyak sekali manfaat, salah satunya adalah dapat mempertumakan individu dengan orang baru, dan menambah relasi antar individu.
Sebagai contoh, salah satunya adalah facebook. Situs yang cukup besar ini menjadi salah satu media sosial yang paling banyak orang gunakan. Tidak hanya untuk menambah jaringan pertemanan di dunia maya, facebook juga menjadi sarana promosi dalam bisnis. Manfaat facebook bagi user sangatlah berguna, terlebih untuk menjalankan bisnis, baik itu bisnis kecil maupun bisnis besar.
- Membantu individu dalam mencari informasi
Dalam mencari informasi yang baru dan masih hangat, maka teknologi informasi dan juga komunikasi sangat memegang peranan yang penting. Dengan adanya arus informasi yang menjadi jauh lebih cepat, maka individu akan menjadi lebih mudah dalam mencari informasi yang diinginkan.
Peranan internet terhadap prestasi belajar siswa menjadi salah satu momok yang cukup diperhitungkan. Dalam hal ini siswa dapat mengeksplor pikiran dan bahan pelajaran di sekolah mereka dengan mengakses informasi lebih luas dalam setiap mata pelajaran. Sehingga siswa tersebut memiliki pikiran yang tak hanya berlingkup dari sekolah saja tapi dari luar sekolah secara global.
- Media hiburan
Peanfaatan dari teknologi informasi dan juga komunikasi berikutnya adalah dalam hal hiburan. Teknologi informasi dan juga komunikasi saat ini mendukung media hiburan yang sangat banyak ragamnya bagi setiap orang. Contoh saja dari media hiburan berupa games, music, dan juga ideo, banyak orang yang bisa hilang dan juga lepas dai stress karena hiburan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini.
Fungsi teknologi dan informasi dan komunikasi juga dapat menjadi salah satu pilihan hiburan yang cukup simple bagi beberapa orang. Tidak hanya sebagai media informasi, penggunaan internet dapat menjadi salah satu hal pereganggan pipkiran, contohnya dengan menonton video yang banyak tersebar di internet.
Akan tetapi perlu di noted bahwa ajang hiburan ini sebagai hal positif untuk menghilangkan suntuk semata bukan untuk mengakses konten negatif yang membawa dampak buruk bagi user.
- Mepermudah komunikasi dengan individu lainnya yang jauh
Komunikasi merupakan salah satu hal yang paling utama yang harus dijalin oleh manusia, sebagai makhluk sosial. Dengan adanya teknologi informasi dan juga komunikasi, maka saat ini untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain menjadi jauh lebih mudah. Apabila pada jaman dulu kita harus menunggu berhari-hari menggunakan pos, maka saat ini, dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kita bisa mengirim pesan dalam waktu hitungan detik, dengan cepat dan juga mudah.
Ini menjadi salah satu faktor pendorong penyebab teknologi komputer berkembang cepat. Chatting menjadi hal yang favorit bagi sebagian orang, terlebih saat ini penggunaan smartphone semakin meningkat di semua kalangan.
- Sharing dan berbagi file
File dan juga dokumen saat ini sudah merupakan kebutuhan dari setiap orang. Baik dari file music ataupun dokumen penting, bisa dibagikan dengan menggunakan internet yang merupakan produk dari teknologi informasi dan juga komunikasi. Setiap user dapat saling membagikan file dan dokumen dengan mudah, bahkan kita saat ini bisa menyimpan file yang kita miliki dengan mudah di dalam cloud storage, atau media penyimpanan di dalam internet.
Kegiatan membagikan file ke user tujuan tentunya memerlukan security yang cukup aman agar data yang di share tetap rahasia hingga user yang dimaksud menerima. Cara menjaga keamanan jaringan komputer perlu diperhatikan agar data yang dibagikan tetap terjaga.
- Memiliki banyak dampak positif dalam dunia pendidikan
Dampak lainnya yang paling terasa dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi adalah dalam bidang pendidikan. Materi pelajaran dan segala hal yang berhubungan dengan pendidikan akan menjadi lebih mudah untuk diakses dan diperoleh. Sehingga hal ini pun akan membantu meningkatkan efektivitas dan juga efisiensi dari kebutuhan pendidikan itu sendiri bagi tiap individu di dalam kehidupan sehari-hari.
Inilah manfaat mempelajari ilmu komputer yang dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas sekolah maupun tugas kuliah. Peranan teknologi memang tak dipungkiri juga turut andil dalam perkembangan dunia pendidikan yang lebih luas, dan lebih maju untuk kedepannya.
- Sebagai lokasi untuk bisnis jual beli
Saat ini, muncul banyak lapangan pekerjaan baru yang dihasilkan berkat adanya perkembangan teknologi informasi dan juga komunikasi, yaitu online shop dan juga bisnis online. Hal ini menggeser kedigdayaan penjualan barang melalu toko fisik, karena dianggap lebih murah, praktis dan juga lebih efisien dari segi pemasaran produknya.
Dengan adanya toko online ini, maka semakin banyak meningkatkan lapangan pekerjaan, dimana orang yang tadinya tidak memiliki pekerjaan akhirnya bisa memiliki pekerjaan dengan berjualan online. Disinilah fungsi sistem informasi dibutuhkan, juga bisa menggunakan media komunikasi online sebagai sarana mempromosikan bisnis.
- Membantu menyelesaikan masalah dengan mudah
Teknologi informasi dan juga komunikasi ternyata juga memiliki dampak yang positif dalam hal penyelesaian masalah. Dengan komunikasi yang menjadi lebih baik dan juga arus informasi yang cepat, maka teknologi informasi dan juga komunikasi dapat menjadi solusi bagi masalah anda.
Dampak Negatif
Meskipun memiliki banyak dampak positif, akan tetapi ternyata teknologi informasi dan komunikasi memiliki beberapa dampak negatif yang cukup mengganggu kehidupan sehari-hari. Kebanyakan dampak tersebut disebabkan karena penyalahgunaan dari teknologi informasi dan komunikasi, ataupun disebabkan karena kurangnya pemahaman user akan etika dan juga cara untuk menggunakan teknologi informasi dan juga komunkasi dengan baik dan juga benar.
Berikut ini adalah beberapa dampak negative dari teknologi informasi dan juga komunikasi:
- Individu menjadi malas untuk bersosialisasi secara fisik
- Meningkatnya penipuan dan juga kejahatan cyber
- Cyber Bullying
- Konten negative yang berkembang pesat
- Fitnah dan juga pencemaran nama baik secara luas
- Menjauhkan yang dekat
- Mengabaikan tugas dan juga pekerjaan
- Mebuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna (baca juga: bahaya kecanduan internet)
- Menurunnya prestasi belajar dan juga kemampuan bekerja seseorang
Ayo Bekerja Teknologi Informasi
Liputan6.com, Jakarta Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dahkiri mengatakan di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi adalah sebuah keniscayaan. Jangan dihindari. Sebaliknya, seluruh elemen harus mengambil kesempatan, karena perkembangan teknologi akan menciptakan peluang kerja baru.
"Kita harus mengambil manfaat untuk kepentingan bersama. Pelaku industri teknologi harus bekerja sama meningkatkan daya saing Indonesia, baik daya saing industri maupun tenaga kerjasamanya, " ujar Menteri Hanif saat memberikan sambutan pada acara IBM Watson Indonesia Summit 2017 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa malam, 1 Agustus 2017.
Indonesia dengan penduduk usia kerja (15 tahun keatas) mencapai 190,59 juta orang (131,54 juta diantaranya aktif di pasar kerja), merupakan pasar yang besar untuk sektor teknologi dan informasi.
Merujuk hasil survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APII) pada tahun 2016, jumlah penduduk Indonesia umur 10 tahun ke atas yang menjadi pengguna internet mencapai 132,7 juta orang.
Mereka terdiri atas usia 10-24 tahun mencapai 75,5 persen, usia 24-34 tahun mencapai 75,8 persen dan 54,7 persen pada usia 35-44 tahun, usia 45-54 tahun 17,2 persen. Sementara usia 55 tahun ke atas hanya sebesar 2 persen.
“Dengan kondisi demikian, investasi di sektor teknologi informasi sangat menjanjikan, " tegas Menaker.
Menariknya, ada kelonggaran syarat pendidikan dalam pekerjaan di bidang teknologi informasi. Pekerja pada bidang ini tidak selalu harus berpendidikan tinggi, tetapi telah terbukti dapat dilakukan oleh pekerja yang terlatih sekalipun berpendidikan rendah.
Bahkan di Amerika Serikat sekalipun, pekerja di bidang teknologi informasi sudah mulai tidak lagi mensyaratkan secara ketat lulusan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif memberikan apresiasi yang tinggi kepada IBM (Watson Bedriffs Machine Java NV) yang telah berkarya sejak 1937 dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan teknologi informasi di Indonesia selama 80 tahun.
Tentang Teknologi Informasi
Tertarik ngambil program studi seputar komputer dan teknologi? Kamu bisa memilih jurusan Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Teknik Komputer , dan Ilmu Komputer. Sebelum menentukan pilihan, pastikan kamu tahu perbedaan berbagai jurusan tersebut. Sebab istilah yang mirip-mirip bisa bikin bingung.
Youthmanual pun menggali informasi mengenai prodi tersebut biar kamu nggak salah kaprah, or worse,telanjur salah jurusan.
TI = Teknologi Informasi atau Teknik Informatika?
Prodi yang rada bikin bingung adalah TI. TI itu maksudnya Teknologi Informasi atau Teknik Informatika, sih? Trus apa beda keduanya? Apalagi, kadang penyebutan dua prodi tersebut pun jadi terbolak-balik, Teknik Informasi atau Teknologi Informatika *makinpuyeng*.
Sebenarnya kedua prodi tersebut relatif mirip. Begitupula dengan program studi Ilmu Komputer. So, menurut dosen Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta, Umar Zaky, program studi Teknik Informatika, Teknologi Informasi, dan Ilmu Komputer pada dasarnya mempelajari hal yang sama. Nama dan penyebutannya saja yang beda, tergantung kampusnya.
Nah, hal yang membuat jurusan tersebut berbeda adalah fakultasnya. Jadi kamu perlu mengecek di fakultas manakah prodi Ilmu Komputer/Teknik Informatika/Teknologi Informasi itu berada.
“Kalau di UGM, jurusan Teknik Informatika adalah (sama dengan jurusan) Ilmu Komputer. Jurusan tersebut berada di bawah Fakultas MIPA, jadi isinya banyak ke Matematika. Tapi prodi Teknologi InformasiUniversitas Gadjah Mada berada di Fakultas Teknik di lingkungan Elektro (Departemen Elektro dan Teknologi Informasi). Jadi studinya diarahkan ke elektro.” Jelas Pak Zaky.
Seperti yang dijelaskan Pak Zaky, jika prodi berada di bawah Fakultas MIPA, maka materi perkuliahan lebih berat ke Matematika, sedangkan bila berada di bawah Fakultas Teknik atau Departemen Elektro, maka yang dipelajari bersinggungan dengan ilmu teknik, terutama Elektro.
Makanya, prodi Teknologi Informasi UGM yang berada di Fakultas Teknik bisa punya banyak kesamaan dengan prodi Teknik Informatika yang berada di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung.
Cyberlife Bill Gates
Jakarta - Bill Gates memang tidak pernah lulus kuliah. Tapi dia merasa sedih kalau melihat mahasiswa lain tidak berhasil menamatkan pendidikannya di bangku universitas.
Pendiri Microsoft itu memang cukup perhatian soal mahasiswa di negaranya. Ia baru saja mengungkapkan meski makin banyak orang AS kuliah, makin tinggi angka utang mahasiswa karena biaya yang besar.
Sekitar 44 juta mahasiswa Amerika terjebak utang total sebesar USD 1,4 triliun. Dan hanya 54,8% Mahasiswa bisa lulus kuliah dalam waktu 6 tahun. Selain itu, angka drop out juga tergolong tinggi.
"Amerika Serikat memiliki angka drop out universitas tertinggi. Kita memang nomor satu soal jumlah orang masuk kuliah tapi ada di sekitar ranking 20 soal seberapa banyak yang menyelesaikan kuliahnya," sebut Gates yang dikutipdetikINET dari CNBC.
"Berdasarkan tren, hanya sekitar separuh dari mahasiswa yang masuk kuliah saat ini akan menyelesaikan kuliah dengan gelar. Sisanya, kebanyakan yang miskin dan minoritas, tidak akan menamatkannya. Mereka akan drop out," papar sang pendiri Microsoft.
"Ini adalah hal tragis. Bukan hanya untuk mahasiswa itu dan keluarganya, tapi juga bangsa kita. Tanpa lebih banyak lulusan, negara kita akan menghadapi kelangkaan pekerja terampil dan lebih sedikit keluarga miskin mendapat kesempatan keluar dari kemiskinan," lanjut dia.
Bill, yang yayasannya telah mengeluarkan jutaan dolar untuk pendidikan, mengatakan akan terus mengawasi isu ini. Ya, meskipun drop out dari universitas Harvard, Bill agaknya tetap menilai lebih baik lulus sarjana ketimbang tidak. (fyk/rns)
Pendiri Microsoft itu memang cukup perhatian soal mahasiswa di negaranya. Ia baru saja mengungkapkan meski makin banyak orang AS kuliah, makin tinggi angka utang mahasiswa karena biaya yang besar.
Sekitar 44 juta mahasiswa Amerika terjebak utang total sebesar USD 1,4 triliun. Dan hanya 54,8% Mahasiswa bisa lulus kuliah dalam waktu 6 tahun. Selain itu, angka drop out juga tergolong tinggi.
"Amerika Serikat memiliki angka drop out universitas tertinggi. Kita memang nomor satu soal jumlah orang masuk kuliah tapi ada di sekitar ranking 20 soal seberapa banyak yang menyelesaikan kuliahnya," sebut Gates yang dikutipdetikINET dari CNBC.
"Berdasarkan tren, hanya sekitar separuh dari mahasiswa yang masuk kuliah saat ini akan menyelesaikan kuliah dengan gelar. Sisanya, kebanyakan yang miskin dan minoritas, tidak akan menamatkannya. Mereka akan drop out," papar sang pendiri Microsoft.
"Ini adalah hal tragis. Bukan hanya untuk mahasiswa itu dan keluarganya, tapi juga bangsa kita. Tanpa lebih banyak lulusan, negara kita akan menghadapi kelangkaan pekerja terampil dan lebih sedikit keluarga miskin mendapat kesempatan keluar dari kemiskinan," lanjut dia.
Bill, yang yayasannya telah mengeluarkan jutaan dolar untuk pendidikan, mengatakan akan terus mengawasi isu ini. Ya, meskipun drop out dari universitas Harvard, Bill agaknya tetap menilai lebih baik lulus sarjana ketimbang tidak. (fyk/rns)
Sejarah Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).[1]
Dalam konteks bisnis, Information Technology Association of America menjelaskan
Pengolahan, penyimpanan dan penyebaran vokal, informasi bergambar, teks dan numerik oleh mikroelektronika berbasis kombinasi komputasi dan telekomunikasi.[2] Istilah dalam pengertian modern pertama kali muncul dalam sebuah artikel 1958 yang diterbitkan dalam Harvard Business Review, di mana penulis Leavitt dan Whisler berkomentar bahwa "teknologi baru belum memiliki nama tunggal yang didirikan. Kita akan menyebutnya teknologi informasi (TI). ".[3] Beberapa bidang modern dan muncul teknologi informasi adalah generasi berikutnya teknologi web, bioinformatika, ''Cloud Computing'', sistem informasi global, Skala besar basis pengetahuan dan lain-lain.
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi, bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak bertahan secara lama karena Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
Langganan:
Postingan (Atom)
Iklan
Tips Cara Cepat Menambah Teman Di Media Sosial
**Makassar**,- Kamu tau atau tidak kalau di browser terdapat ekstensi yang baik untuk media sosial di seluruh media sosial facebook, twitter...
-
**Makassar**,- Kamu tau atau tidak kalau di browser terdapat ekstensi yang baik untuk media sosial di seluruh media sosial facebook, twitter...
-
Ketika 45 tahun lalu Alfin Toffler menerbitkan karyanya, Future Shock (1970), banyak orang tersentak dan tersadarkan: bahwa kita sebenarny...
